
PrEP dan PEP: Sebenarnya Apa Sih?
Kalau kamu pernah dengar soal PrEP dan PEP tapi masih bingung bedanya apa, tenang — kamu nggak sendirian. Yuk kenalan!
Apa Itu PrEP?
PrEP (Profilaksis Pra-Pajanan) adalah obat yang diminum untuk mencegah tertular HIV sebelum terjadi paparan.
PrEP sangat efektif kalau diminum dengan benar dan teratur. Tapi perlu diingat:
- PrEP hanya mencegah HIV
- PrEP tidak mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS)
- PrEP tidak mencegah kehamilan yang tidak direncanakan
Jadi kalau kamu aktif secara seksual, tetap gunakan kondom dan lakukan tes kesehatan rutin ya.
Di Indonesia, PrEP yang tersedia adalah kombinasi:
Tenofovir Disoproxil Fumarate (TDF) + Emtricitabine (FTC).
Penting: PrEP hanya untuk orang yang negatif HIV.
Siapa yang Disarankan Menggunakan PrEP?
PrEP direkomendasikan untuk orang yang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi HIV, misalnya:
- Memiliki lebih dari satu pasangan seksual
- Sering berhubungan seks tanpa kondom
- Memiliki pasangan yang positif HIV
- Menggunakan jarum suntik bersama
Kalau kamu merasa masuk dalam kategori ini, PrEP bisa jadi pilihan perlindungan tambahan.
Cara Minum PrEP
Terdapat dua cara penggunaan:
1. PrEP Harian (Paling efektif)
Minum 1 pil setiap hari, tanpa bolong.
Cocok untuk kamu yang aktif secara seksual secara rutin.
Untuk teman-teman trans: Terapi hormon tidak mengurangi efektivitas PrEP, tapi tetap konsultasikan dengan dokter ya.
2. PrEP Sesuai Kebutuhan (On-Demand / Event-Driven)
Lebih fleksibel, cocok kalau kamu tidak aktif secara seksual setiap hari.
Caranya:
- Minum 2 pil minimal 2 jam sebelum berhubungan seks
- Minum 1 pil 24 jam setelah dosis pertama
- Minum 1 pil lagi 24 jam setelah dosis kedua
Total: 4 pil untuk satu periode paparan.
Pastikan kamu paham jadwalnya supaya perlindungan tetap maksimal.
PrEP Beda dengan PEP
Jangan sampai tertukar ya!
- PrEP → diminum sebelum paparan HIV
- PEP (Profilaksis Pasca-Pajanan) → diminum setelah paparan HIV
PEP adalah “obat darurat” yang harus mulai diminum maksimal 72 jam setelah paparan, dan dikonsumsi selama 28 hari penuh.
Kalau kamu rutin minum PrEP dengan benar dan teratur, kamu tidak perlu PEP.
Tapi kalau ada bolong minum PrEP dan terjadi risiko paparan, segera konsultasi ke dokter soal PEP.
Efek Samping PrEP: Perlu Takut?
Sebagian besar orang tidak mengalami efek samping. Kalau pun ada, biasanya ringan dan hilang dalam 2-4 minggu pertama.
Efek samping ringan (jangka pendek):
- Mual atau muntah
- Diare atau sakit perut
- Pusing
- Sakit kepala
- Lelah
Efek samping jangka panjang (sangat jarang):
- Gangguan fungsi ginjal
- Gangguan hati
- Penurunan kepadatan tulang
Karena itu, penting untuk kontrol rutin!
Tips untuk Mengurangi Efek Samping
- Minum PrEP setelah makan untuk mencegah mual
- Kalau sering pusing, coba minum sebelum tidur
- Konsultasikan ke dokter kalau efek samping tidak membaik
Di Mana Aku Bisa Mendapatkan PrEP?
Kabar baiknya: PrEP tersedia GRATIS di banyak Puskesmas di Indonesia.
Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk memulai.
Fakta Penting Sebelum dan Saat Menggunakan PrEP
- Wajib tes HIV sebelum mulai PrEP
- Perlu tes fungsi ginjal (kreatinin)
- Jika ingin berhenti, tetap lanjutkan PrEP selama 28 hari sejak terakhir berhubungan seks
- Tetap gunakan kondom dan lakukan tes IMS rutin
PrEP adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah HIV, terutama bagi kamu yang memiliki risiko tinggi.
Ingat: PrEP melindungi dari HIV, tapi bukan dari IMS atau kehamilan. Tetap jaga kesehatan seksual secara menyeluruh.
Lindungi diri, lindungi pasangan 💙
